Puisi: Teruntukmu, yang Selalu Meragukanku

Standard

Siapa peduli sikapmu bagaimana

Sebentar kamu manis sebentar kamu bikin eneg

Seolah aku punyamu saja

Seberapa kuat kabar buruk hari ini menarik lenganku tersungkur

Kau kira aku tidak bisa bangkit

Terserah dunia mau cemooh apa

Aku memang banyak kurangnya

Kau kira aku tidak kan belajar

Aku sengaja saja abaikan beberapa

Kau saja bukan Tuhan serba bisa, kan

Teriak tak karuanmu itu berarti apa

Sama seperti kurang ku juga punya lebih

Cuma mungkin bukan di waktu ini, di depanmu

Hari ini mungkin saja tersungkur, tp enggan berlutut

Teriak-teriaklah,

Terserah,

Toh esok bukan lagi hari ini

 

Teruntukmu, bagianku, yang selalu meragukanku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s