First Time to Get Massive Bleeding *

Standard

Kemarin adalah waktu yang paling ditunggu-tunggu. Setidaknya untuk 6 bulan belakangan. Yepp kemarin adalah hari dimana Demisioner Kepengurusan BEM FK Unsri 2012-2013. Judulnya mengakhiri apa yang sudah dimulai. Jiahaha agak sedikit lebay tapi kalau inget ini bakalan berakhir segera senengnyaaa minta ampun. Bukan karena hari-hari bersama teman2 BEM itu menyebalkan, dipikir-pikir nilai positifnya lebih buaanyak ketimbang negatifnya. Tapi ya itu, capeknya ampuuuun. Jadi gimana gak antusias dong buat nunggu hari kemarin. Gak cuma itu kmarin itu juga sudah punya niat buat ikut ngerayain ulang tahun salah satu teman. Anggap saja namanya “bunga”. Belum lagi seharusnya pagi ini aku piket PHF d KI (itu loh kegiatan danus yang tujuannya skrining kesehatan sederhana di tempat tongkrongan pagi anak2 muda-tua Palembang😉 )

Sudah punya jadwal hana-hini, janji sana-sini. Well, semuanya berantakan!

Malam sebelum kemarin itu aku mutusin buat cabut gigi. Sudah risih banget soalnya sama gigi graham yang bolong. Jangan dianggap sepeleh. Buat aku yang punya trauma psikis sama dentist, dental chair, dentist room, and all about dental jelas ini gak mudah. Setelah bolak-balik mikir, oke fix cabut. Ini sudah menyiksa banget. “Paling sakit 1 malam. Aku hanya tidak perlu melihat apa pun di dalam ruang prakteknya nanti!” tekadku.

Setelah mengantri kurang lebih 3 jam dan tertidur d tempat antrian 2 sampai 3 kali kini giliranku. Masuk. Horor. Dokternya cantik (SpKGA-Spesialis Kedokteran Gigi Anak. Gak heran tuturnya lembut sekali).

Mulai pembiusan. Pencabutan. Aku tidak tau penampilan ku saat itu gimana. Yang terdengar beberapa kali dokter itu bilang, “Jangan tegang. Lemaskan saja. Pucat sekali, dsb” Proses nya pencabutannya lama dan sesuai pengetahuan ku riwayat kesehatan ku ttg ini memang kurang baik. Tidak mau terlalu bahas ini, kita lanjut..

Setelah 1 jam pencabutan berakhir, dokternya meriksa nadi ku. Lemah. Mukanya khawatir. Ku rasa dia agak berlebihan. Kupikir begitu karena dia memang berlebihan atau karna aku sudah terbiasa dengan kondisi medis ku yang seperti itu.

Sampai ke rumah langsung tidur. Jadi, ku putuskan melepas tampon yang melekat di tempat mantan gigiku tadi. Dannnnnnnnnnnnnn………………
batuk-berdarah

Jam setengah 4 subuh kemarin, aku terbangun karna batuk. Seketika darah kental dan cair muncrat dari mulut. Membasahi sebagian besar kasur, bantal dan selimut. Shock bukan main. Aku langsung memanggil mama yag tertidur di sebelah ku. Mama bahkan lebih shock lagi. Dia bingung harus berbuat apa. Aku terkejut tapi bahkan lebih tenang. Darah terus keluar, bukan mengalir tapi muncrat. Darah kental yang tidak keluar jatuh ke tenggorokkan. Mual. Rasa mau muntah.

Lalu lebih banyak lagi. Aku minta panci (untuk nampung darah) dan tisu. Lebih tenang setelah setengah jam, tapi darah terus keluar setiap menitnya. Tidak lama aku menghabiskan tisu dan merubah semuanya menjadi merah. Panci yang didekatkan tadi sekarang sudah penuh dengan darah. Lantai sekitar kasur tidak sedikit kena percikan darah. Mama cemas bukan main. Dia membangunkan papa yang tidur di ruangan depan tv. Papa bangun antara sadar dan belum sadar. Lebih panik lagi.

Baju dan celana ku yang paling tidak bisa terhindar dari warna merah. Tangan ku juga penuh darah kental dan cair. Lemas. Tapi bisa-bisanya saat itu aku mikir. Oh gini toh rasanya kayak di sinetron-sinetron itu; batuk, terus pas liat di tangan sudah keluar darah aja. Oke, aku berfikir nambah pengalaman hidup satu lagi.
darah (2)
Mama langsung buat janji sama dokter kenalannya. Itu sekitar jam 5 atau 6 pagi di daerah Polygon. Dan lagi-lagi aku masih sempat mikir, nyebelinnya keluar rumah selusuh ini, pakai baju asal2an, belum cuci muka. Aaargh..

Ku kira bakalan sebentar dan aku bakalan masih bisa hadir di acara demisioner hari ini. Ternyata, karena pendarahannya juga tetap gak mau berhenti, satu dokter pagi itu belum cukup. Nambah lagi satu dokter gigi yang lebih senior. Aku dapet penangan lebih serius. Rasanya sakit, risih, bahkan alatnya sedikit melukai ujung bibirku. Sakitar 1-2 jam darahnya jg belom berhenti. Tekanan darah 90/70 mmHg. Makanya dokter minta izin suntik di pant*t (gluteal injection). Sumpah ini baru pertama kalinya. Kali ini aku merasa tidak diberi pilihan. Itu bukan pertanyaan, tapi pemberitahuan ._. Ya udah, pasrah.

Karna bosen harus nunggu setiap abis tindakan, d atas dental chair aku tetap asik mainin hape. Satu per satu temen2 ku infoin ketidakhadiran seluruh acara 2 hari ini. Ummm… aseliiii hal yang paling buat ku sedih atas kejadian ini karna kacaunya jadwal ku 2 hari ini. Padahal 2 hari ini cukup penting. Lagi, pasrah.

Walau masih agak terasa aneh, tp dah jauh baikan. Akhirnya pendarahan berhenti kemarin sore.
Bersukur punya teman2 yang perhatian. Ada yang dengar aku sakit langsung nge-line, sms, dsb. Ngerti mereka gak bs jenguk. Kegiatan kemarin sampai malam banget. Jujur di saat seperti itu aku tidak terlalu mau di jenguk. Muka ku sangat jelek dalam keadaan seperti itu. Hhehe

Makasih juga pengertiannya atas ketidakhadiran ku. Makasih juga buat yang mau gantiin tugas ku hari ini. Terharu ^^v

…and special thanks to my Mom. She always beside me whenever I need, she always know what the best for me. Thank you :*

The point is one more unique thing’s added on my pages🙂

(*massive bleeding is defined as greater than 600 ml over a 24 hour periode)

2 responses »

    • Apa iya karna kekuatiran berlebihan y mam penyebabnya..? entahlah. seru untuk diingat dan d ceritakan, tidak untuk diulangi. hahaha
      Alhamdulillah mam sdh gak apa2.

      Mam, apa kabar?? senang luar biasa, pas buka blog yg kuantitasnya memang sdh sangat jarang, eh ada komen dr Mam Wyd😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s