Puisi: Rindu

Standard

Diamlah,

Duduklah,

Cukup diam,

Jangan bicara apapun,

Dan menghujaniku dengan pertanyaan

Pahamilah melalui lingkaran kecil di mataku

Bacalah apa yang bisa kau baca

Terjemahkanlah apa yang bisa kau terjemahkan

Masuklah jika kau bisa

Jangan bicara

Cukup diam

Begitu saja sudah cukup

 

Aku, rindu

Ku akui dalam diam

Dan lampiaskan di atas kertas

Halaman satu, dua, tiga, sepuluh, seratus

Hanya satu tema cerita

Dan itu, kau

 

Namun,

Kau,

Selamanya

Takkan pernah dengar suaraku

Takkan pernah dengar ceritaku

Takkan pernah dengar pengakuanku

Sampai kau sendiri mampu,

 Melihat ruang dan cerita,

Melalui ruang kecil di mataku

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s