puisi: Canyon Maple

Standard

Sembilan belas tahun

Di september yang sama

Dengan napas dan gaung serupa

Namun tentu saja di roman yang berbeda

 

Saat itu,

Tidak bedanya hari ini

Hari pertama di musin gugur

Mengganti harum udara panas menjadi lebih hangat dan ramah

 

Bak duplikat lukisan sembilan belas tahun lalu

Daun merah canyon maple tetap jadi sang-primadona

Kehadiran yang paling ditunggu

Berserakan di pelataran

Dan lihat,

Dengan sombong penuh keanggunannya,

Terbang melayang menunggangi udara,

Membuat iri segala ranting tak berdaun,

Dan akhirnya tepat mendarat,

Di hadapanku, selembar daun canyon maple

Seperti sembilan belas tahun lalu,

Dengan impian yang sama,

Di musim yang sama,

Di tempat yang sama,

Namun dengan jutaan kisah yang berbeda

Telah sembilan belas tahun.

 

 

Tertanda,

Cinta kasih dari canyon maple…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s