Undangan Kompas

Standard

Waktu di kantin kampus kemarin gue ditelepon oleh seorang wanita. Dia bicara banyak hal, tapi sungguh gue gak bisa dengar hampir seluruh dari yang dia omongin. Duuuh,pengen bilang, “Mbak, GEDEIIIINNN LAAAGGGIIII! I can’t hear you “ayay captain). Tapi gak jadi situasi tidak memungkinkan. Siapa dia??? Yang gue pikirin saat dia ngomong saat itu (paling gak gue tahu dia lagi ngomong) apakah gue menangin sebuah kulkas, jam tangan, atau mobil???? Tolong bilang sesuatu mengenai mobil, mbak!!! Mungkin kalau dia menyebutkan kata itu, mungkin suaranya akan jauh lebih jelas.

Karena takut dia tersinggung, maka gue iya iya kan saja, yang terakhir “thank you, mbak”. Eh, tapi ada satu kalimat terakhir yang gue dengar jelas. Dia minta agar gue buka email. Dia sudah mengirimkan sesuatu katanya *mobilkah? Gak mungkin (X)

Terusss,,, dengan gesit gue buka email (berharap mobil). Ternyata bukan mobil, tapi sebuah undangan. Yepp, itu undangan. Kayak orang hebat, sebelum nama gue tertulis 3 huruf (“Yth”). Waduh, pikiran gue langsung ini pasti orang yang ngajak MLM atau minta bantuan dengan menrasferkan sejumlah uang. Pikiran gue sudah melayang-layang nebak apa isi itu undangan.

Ternyata bukan. Itu undangan resmi! Undangan Forum Pembaca KOMPAS yang diadakan hari Jum’at ini, 01 Juni 2012 di Hotel Horison. Hho??? *mangap. Yang lebih mengejutkan lagi, GUE DIUNDANG SEBAGAI PE-NU-LIS. Whaaaattttttt??? Apa? pe… pe.. pe-nulis?

Gemeter-terharu-miris-bangga-malu. Perasaan itu muncul bukan karna tulisan gue yang belum pernah terbit di kompas (yang memang jelas masih kalah saing sama professor-professor yang tulisannya biasa nangkring di kompas), tapi karna totally gue belum pantes disebut eh.. itu… tadi… yang tadi itu… kalau dilihat dari kedisiplinan gue menulis, pasang-surutnya niat nulis. Wuiihhh

Hasil PrtSc

uUndangaAaAaAaanNnNnNNN

Sebentar gue mikir, mungkinkah ini jalan dari Tuhan, siapa tahu dengan kumpul dengan orang-orang hebat nanti gue bisa kecipratan hebatnya. Kayak di novel-novel itu loh, jangan pernah melepaskan kesempatan yang ada di depan mata, siapa tahu kesempatan itulah yang membawa kita ke jalan dimana tujuan kita berada.

Jadi walaupun masih berkecamuk antara datang dan tidak datang, lantaran membayangkan gue harus ke sana berjalan sendirian di tengah keramaian, gue masih sangat pengen dateng. Semoga semuanya berjalan lancar (amiinnn….). sukses buat kita semua😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s