Coordinator feat. Examiner/Checker

Standard

Hari ini tugas pertama kita di TBMS (Tim Bantuan Medis Sriwijaya). Kita sebagai anak bawang (red: super junior) diminta untuk mengadakan baksos di Kambang Iwak hari ini. Acara dimulai pukul 06.00 pagi, yang berarti sebagai pengada acara harus datang sekitar jam 05.00 pagi (LIMAAAAAA PAGGGIIIII). God, biasanya aja jam setengah enam masih di kasur. Okay, gue pikir special buat hari ini gue harus pasang minimal 3 alarm untuk membangunkan gue jam setengah lima. Setengah jam untuk mandi, shalat, berias (yang dimaksud berias ini hanya merapikan jilbab), siap-siap, dan makan. Ok, kata makan dihapus. Sudah pasti tidak sempat.

Evaluasi buat hari ini yaa…🙂

O y lupa, acaranya diisi dengan pemeriksaan TD, glukosa, lemak, asam urat dan golongan darah G-R-A-T-I-S (GEEERRRAAAATTTTIIIISSSSS!!!). Setelah membaca dan mencermati kata barusan, kebayangkan betapa panjangnya antrian orang yang mengantri BBM mau diperiksa. (Sayang gak ada photonya)

Di acara tadi, sebenarnya gue bukan coordinator acara, tetapi yaaahhhh karna alasan yang sebenarnya gue sendiri gak tau kenapa, gue serasa coordinator acara. But it’s okay. Gue ikhlas se-ikhlasnya. Demi kelancaran acara, akhirnya gue sama beberpa teman yang lain ngalah buat gak ikutan jadi sang pemeriksa (posisi yang pasti diidam-idamkan oleh setiap anak bawangnya TBM).. Gue kudu ngehandle, agar acara dan koordinasi panitia tetap jalan dan rapi, rolling antar panitia di setiap post pemeriksaan harus jalan tanpa membuat pasien merasa tidak nyaman, serta gak ada keluhan dari pasien kita (bukan pasien sih sebenarnya nyebutnya. Mereka gak sakit! Tapi samakan persepsi ajalah ya. Mereka yang kita periksa, kita sebut pasien! Sepakat)

Yess, acara sukses, gak ada keluhan, panitia dan pasien tetap rapi, alat-alat pemeriksaan juga masuk kriteria siap dan baik. Sebagai PANITIA ACARA gue merasa BANGGA!!! LOL

Eh dipenghujung acara, waktu gue merasa asam laktat mulai menumpuk di kaki dan berhubung acara juga sudah hampir selesai, gue memutuskan untuk duduk. Capek tapi puas. Lalu, mungkin karna teman2 pemeriksa melihat gue dan ada beberapa teman belum ikutan meriksa. Mereka mempersilahkan kan kita buat meriksa. Absolutely, dengan senang hati kita terima. Walau masih terasa fatigue di kaki abis muter-muter, kalau diminta perisa kita amat sangat bersedia. Masuk ke post pemeriksaan manapun pasti mau. Bisa ramah tamah sama pasien, bisa ngasih masukan, yang tentunya kita dilengkapi dengan alat-alat yang wuiihhh *keren euy! (y) ngerasa puas puas puasnya lebih lebih berkali lipat lagi.

Gak nyesel ikutan TBM, pengalamannya Canggih! Keren! Super!

Dan Alhamdulillah hari ini berjalan dengan sangat luar biasa ^^

 

            –I hope my young brother also can feel the same happiness to be university student in this year. To be anything, just do the best (amin)-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s