puisi: HADIAH DOSA

Standard

Katanya dirimu pelitaku,

Katanya dirimu cahayaku

Katanya dirimu damaiku

Katanya dirimu…,

 

Bulshit

Tidak ada cinta

Tidak ada damai

Yang ada malah teriak-teriak munafik

 

Darahku beku saat lihat kau berdiri, duduk, berjalan, bicara, tidur

Dadaku sesak terhimpit amarah sat kau tertawa dan menangis

Telingaku sakit dengar kau mainkan peran

Dan badanku menggigil saat kau dekap aku yang kau bilang, itu cinta

 

Memang benar,

Kurasa surga saat kau genggam kelima jariku

Saat kau dekap penuh hasrat

Saat kau berbisik sehalus sutra

Tapi kembali,

Ku lihat neraka saat ku ingat kau anggap apa aku ini!

 

Kau maki aku dalam kalimat-kalimat indahmu

Kau anggap sampah apa yang aku cinta

Kau curangi janjimu (lagi)

Dau kau buatku berderai teriak dalam isak

 

Kau buat lubang dan sayat-sayat dalam rasa yang disebut kepercayaan

Andai kau sadar,

Kau telah lama jatuh dalam lubang itu

Bukannya menangkapku,

Kau malah menarikku ke kejurang kekecewaan

 

Hadiah dosa yang kau beri hari ini

Bisa saja using

Namun tetap membusuk dalam darah

Berotasi ke setiap sudut ruang tubuh

(sepanjang masa) sepanjang masih ada bintang2 yg berputar di luar bumi

 

Hadiah dosamu membuntang

dalam setiap mili napasku,

Bun…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s