puisi: Yang Cintai Aku

Standard

Dengar!

Tatap mataku!

Apa aku terlihat sedang melakukan lelucon?

Terlihat seperti dramakah?

Jangan anggap aku jadi tontonan

Jangan bunuh aku dengan tatapan aneh itu

Aku hanya gadis kecil yang sedang mengekspresikan sesak di dadaku

Terhimpit napas yang serautan masuk dan keluar dari dadaku

Aku bahkan sulit untuk bernapas

 

Tinggalkan aku

Di sudut ini

Aku hanya ingin mengadu pada kehampaan

Jangan pedulikan aku

 

Jangan sentuh!

Tangan kalian terlalu suci

Jangan berlagak mengerti

Aku ingin mengusirmu dengan kata manis, maka pergilah sekarang

 

Ujung bibirku tersenyum tipis

Jari-jariku beradu saling sakiti genggam udara

Terasa panas di ujung kelopak mata

Ku kumpulkan keping demi keping harga diriku yang berhamburan

 

Tak ada kah satu dari tatapan itu yang tulus?

Bukan,

Bukan rasa kasihan itu

Tapi suatu kehangatan

Sesuatu yang meremas tubuhku

Yang berbisik di depan telingaku

Yang aliri aku kekuatan

Yang genggam jari-jari dinginku

Yang memarahi aku ketika aku menangis dan mulai marahi hidup

Yang akan diam ketika aku marah

Yang…,

Yang cintai aku

Adakah?

Adakah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s