puisi: Takdirku Bahagia!

Standard

Aku akan bahagia!

Kau dengar itu?

Aku tidak gila

Dan aku bukan pengecut

 

Aku bahkan tidak punya alasan untuk tidak bahagia

Aku akan menulis di atasnya

Aku akan mewarnai setelahnya

Di atas kertas kasar penuh warna gelap bergelombang

Akan ku tulis dan warnai di atas kertas itu

 

Akan aku biarkan orang lain menikmatinya

Itu (harus) akan indah

Sesulit apapun,

Aku akan bahagia!

 

Aku tahu,

Hanya ini yang aku punya

Pensil tua dengan matanya yang rapuh

Patah, pasti patah lagi

Mudah, aku tinggal meruncingnya lagi

Aku tidak akan menyerah!

Kau dengar?

Apa kau dengar itu?

 

Ini bukan janji

Ayolah, aku tidak gila!

Tapi itulah takdirku

Iya kan?

Ku tau kau tertawa sekarang

Tidap apa

Aku akan kembali menulis dan mengukirnya

Bersiaplah terkesima dengan lukisan yang akan kau lihat

Aku pantas mendapatkannya!

 

Tuhan,

Tanganku terluka lagi

…Aku lelah, Tuhan

Boleh aku memejamkan mata sebentar?

 

Tidak, aku bukan pengecut

Aku sudah lama putuskan untuk henti keluh dan beruraikan air mata

Kenapa aku ini?

Kenapa hari ini aku kembali menangis?

Aku akan kembali mewarnai kertas gelap ini

Aku akan bahagia

Kertasku akan berwarna indah

 

Bahagia!

Itu takdirku

(titik)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s