Sungguh Dia mencintaimu…

Standard

Mungkin kemarin kau masih duduk dipangkuan wanita yang kau panggil dirinya “ibu”. Mungkin kemarin masih ada ayah atau kakak yang akan menjagamu ketika ada seseorang ingin mengganggumu. Mungkin kemarin kau masih menangis hanya karna temanmu memiliki mainan yang sudah lama kau inginkan. Teringatkah kenangan itu? Ya?

mm… lalu ingatkah degupan kencang itu saat kau memandangnya? Saat dia membalas pandanganmu dengan senyuman? Penuh arti… lalu kau tersenyum dan kemudian menangis hanya karna kau mengingat saat-saat bersamanya. Sekejap, kau bahkan tidak tahu dimana dirinya kini. Mengingat hal-hal itu sedikit merasa bodoh, bukan?

Kemudian…

Fase selanjutnya,

Kau berfikir, ini bukan lagi saatnya kau berpangku tangan pada mereka. Bukan lagi saatnya kau hanya menunggu makanan d sangkar, atau hanya mengepak sayap kecil dan berbisik pada angin.

Tapi ini adalah saatnya.. saat dimana kau harus terbang. Tunjukkan bentangan indah sayap-sayapmu itu. Bukan lagi berbisik, tapi teriaklah dan bernyanyilah. Berikan baris-baris irama yang kau ciptakan dan biarkan angin yang akan sampaikan lagu-lagumu itu. Perdengarkan dunia akan namamu. Teruslah terbang!

Jumpai ribuan orang, dapatkan senyuman pagi dari orang yang berbeda-beda, pelajari banyak hal, cintai banyak orang. Teruslah terbang! Dengarkan  dengan baik musik yang sedang Tuhan mainkan untukmu. Tersenyumlah! Bersyukurlah! Kau tidak hanya akan memiliki keluarga kecil dalam satu rumah, tapi kau akan punya keluarga di segala tempat. Kau tidak hanya akan memiliki satu orang yang mencintaimu dengan segenap hatinya, tapi kau akan punya banyak orang yang akan menyediakan ruang kosong di hatinya untuk menyimpan namamu. Mereka adalah orang yang kau kasihi, orang-orang yang pernah kau bantu dengan tulus, orang-orang yang pernah kau hapus air matanya. Abadikanlah dirimu untuk kehidupan yang lebih nyata, lebih dari kata Aku mencintaimu hidup dan mati, dari seorang kekasih.

Nyatakanlah, kalau kau cintai hidup ini. Teruslah terbang! ^_^

Lalu…

Terhenyaklah saat kau sadari,

benang-benang merah acak itu saling berhubungan, membentuk sebuah garis, yang kau namakan “hidup”. Sengaja disiapkan Tuhan sebagai hadiah dari hadirnya dirimu. Perjalananmu adalah sebuah puzzle. Potongan satu akan membantu untuk temui potongan lainnya. Hingga sampailah kau di garis akhir nanti. Jangan tersenyum sinis mendengarnya. Kau hanya akan semakin memperihatkan kebodohan kita.

Sungguh, Dia mencintaimu…

dengan segala keajaibanNya
Terbanglah! Belum terlambat untuk menyadari segalanya…

temukan potongan lainnya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s