Ospek ya… Ospek =)

Standard

Tiga hari ospek di bulan puasa, awalnya kita pikir bakal gak ada marah-marahan dan pulang di siang hari (y).

TERNYATA ITU SALAH!!!! Ospek ya…. Ospek! Tetap akan ada senior yang marah-marah, sekedar mencari-cari kesalahan maba nya, tetap aja balik sore. Ospek ya…. Ospek! Ngerti gak sih????

Yah kita anggap wajar ajalah ya kalau ada suara senior yang pada ngalahin toa masjid di kampung sebelah. Inilah ospek, ajang balas dendam para senior (mitosnya begitu). Bukan apa-apa, kita cuma khawatir pada puasa-puasanya. Emang pada gak haus teriak-teriak? kalau kita mah sudah biasa diteriakin, jadi cuek aje  =) #tragedi makan siang di ruang makan waktu latdis di SMA telah memberikan ‘imun bentakan’ pada kita. Hhaha @the fact

Hari ke-1

Kita dikumpulin di kampus fk, di situ digabung pdu, psik, dan pskg. Nah di saat ini kita seperti lagi reunian anak 17. Rameeeee banget anak 17 nya, mulai dari panitianya sampai maba-mabanya. Pada saat inilah kesalahan kita di cari-cari, kita dihukum karena telah melanggar peraturan yang sebenarnya entah peraturan darimana itu; mulai dari rok pendek, kaos kaki harus putih, dll, yang sebenarnya peraturan itu gak ada sama sekali di ketentuan yang diberikan pada kita sebelum ospek. Okay, sekali lagi ini adalah ospek, ajangnya mereka. Kita cuma diem… #kalem dan nerima aja.

Hufft… gue juga kena, pasal kaos kaki gue cream -_-“

Terus… kita dikumpulin di auditorium. Dalam satu ruangan itu ada sekitar 6000-an belum termasuk makhluk-makhluk yang tidak terlihat wujudnya. Disini kita stuck, kalem duduk, dengerin sambutan demi sambutan. Nah, di tengah-tengah rektor lagi sambutan, tiba-tiba ada satu orang kakak tingkat dari fakultas *piiiip.. merebut microfon. Sumpah, itu kagak sopan! Kita yang pada polos-polos ini terperangah, melihat kehebohan kakak itu. Kita kira bakal ada demo kali ya. Pokoknya serem…. Karena kakak itu berebutan mic nya sama dosen, jadi suara kakak itu gak jelas, gak nyampe sampai posisi duduk gue yang berada di lantai dua. Sayang sekali… kiat melewatkan tontonan seru. Terus, lagi heboh-heboh gitu, ada panitia yang deketin kami yang masih terperangah, dia bilang, “Adik-adik, tolong tenang ya. Kalian tidak mengerti apa-apa!” sambil meminta kami duduk kembali. Gue bareng temen gue yang denger kalimat kakak itu, geli sendiri lihat gayanya, “Ya iyalah, kita gak ngerti apa-apa, karena gak ngerti itulah kami pengen ngerti.” Tapi ya udahlah, kami juga gak berani bertanya atas kejadian langkah itu, kayakya kakak itu emang sudah bermasalah dari sebelum kejadian ini #kayaknyaaaa…

Siang sampe sorenya, kami kembali dipegang oleh kakak-kakak  prodi masing-masing.

Hari ke-2

Senior agak ramahan, gak ada nyari-nyari kesalahan lagi. Tapi teteeeep teriak-meneriak itu wajib hukumnya. Hari ini kita banyak nyanyi-nyanyi, game, jingle, sama sambutan dari PD III (kalau gak salah).

Hari ke-3

The last day! Puncak acara! Hari terseru! Gokiiiiil!!! Pingsan…

Waktunya unjuk gigi bareng mayat cadaver. Kalau ditanya mayat cadaver itu apa? Jawabnya harus: mayat cadaver adalah guru besar kita. Kenapa? Karena mayat cadaver bagi mahasiswa pdu itu adalah sebuah sumber pengetahuan, sumber ilmu, kita belajar anatomi manusia melalui tubuh mereka. Jadi, kita harus tetap menghormati mereka, walaupun mereka sudah meninggal. Jasa mereka cukup besar! Beggiiitttuuu….

Tapi sebelum acara puncak, kita diminta menampilkan jingle kelompok kita. Nah, ini masalanya, isi jingle kelompok gue (kelompok 12), itu ada yang menyinggung komdis (bisa dikatakan panitia senior), padahal niatnya cuma buat seru-seruan, malah jadi pokok permasalahan. Ketika kelompok gue masuk ke ruang lab anatomi, senior sudah mulai berteriak garang, “Oh, ini kelompok 12!” sambil melotot dan menendang kursi. Pokoknya baru pintu masuk kita sudah habis-habisan hendak ‘diterkam’ komdis, gue lagi yang ditanya siapa ide dari jingle itu, dengan berat hati gue harus menunjuk temen gue yang memang punya awal ide jingle itu. Duuuh, jadi gak enak. Dia jadi kena marah habis-habisan. Maaf yaaaa…😉

Habis itu, kita diminta pakai jas lab (yey… jas putih-putih), sarung tangan plastik, sandal jepit, dan yang punya penyakit bawaan serta nyali ciut dilarang masuk. Ya iyalah, daripada kumat atau pingsat di dalem, ribet urusan.

Nah masuk tuh kan, ruangannya agak remang-remang gitu, panitia-panitia yang jaga stan-stan setiap organ dalam manusia (itu beneran asli loh) sudah seperti zombie yang siap nerkam kita. Mereka melotot dan membentak, kalau gue diminta memegang, membelai, dan menyebutkan organ-organ serta fungsi-fungsi dari hati, usus besar, tulang dan tengkorak. Kalau kita salah menyebutkan atau mengangkatnya dengan tidak hati-hati, maka habislah kita! #bigmistake

Ruang selanjutnya, ruang mayat cadaver. Baru masuk, itu bau formalinnya sudah menjalar ke seluruh baju, membuat perih mata (lebih perih daripada menghisap bau bawang), dan bikin sesak pernapasan. Asli… gak enak. Kebayangkan kalau makanan kita yang ada di pasar-pasar itu dicampur formalin (pengawet mayat) #yalks… di ruangan itu ada 3 mayat cadaver, mayat cadaver bayi yang berada dalam toples, mayat cadaver laki-laki, dan mayat cadaver perempuan di sebuah meja. Kalau gue dapet mayat cadaver laki-laki (eh mereka semua telanjang bulat loh). Gue diminta memijat kakinya, membelai kepalanya sama membisikkan doa. Udah itu aja…

Setelah itu gue langsung keluar, bau formalinnya, asli pedih banget! Yang asma-an mungkin dah bengek dah. Sarung tangan langsung dibuang, cuci tangan, dan pakai hand sanitizer, setelah diperhatiin-perhatiin ternyata bau hand sanitizer itu beti (beda-beda tipis) degan bau formalin. Waktu gue lihat komposisinya, jelas aja, alcohol 60%.

Mabooookkk!!!!

Waktu di luar, kami saling berbagi cerita. Ternyata banyak banget yang dapet lebih ekstrim dari gue. Ada yang harus mengangkat mayat cadaver bayi dari dalam toples, kemudian di nina-bobokin, ada juga anak laki-laki yang harus peluk dan pegang vagina nya mayat cadaver perempuan. Macem-macem deh. Tapi seru….

Habis dari situ, kita harus ke pos-pos dan lab-lab selanjutnya. Gak seseram di lab anatomi sih, cuma pengenalan alat-alat lab dan pengenalan sistem-sistem kuliah bareng kakak tingkat. Tapi capeknya itu loh, ada 8 pos masing-masing pos diberi jatah 8 menit, jadi kita harus berlari dari satu pos ke pos lainnya. Satu pos ke pos lainnya itu jaraknya jauh-jauh. Ada yang di lantai satu, terus naik ke lantai dua, turun lagi, naik lagi, turun lagi, dan semuanya harus berlari. Ngeri banget, serame itu, pakai rok, harus lari-lari. Mana kita lagi puasa…. Ckckckck #derita ospek di bulan puasa

Tapi asik, seruuuuu!!! Rame…

Setelah itu, sore harinya penutupan, kembali digabung pdu, psik dan pskg. Maaf-maafan, kangen-kangenan, dan lelucon dari panitia serta PD III.

Pokoknya unforgettab. Sukses buat kita semua. Pembelajaran dimulai tanggal 5 September 2011. Satu semester di kampus indralaya, lalu selanjutnya di kampus madang.  Di kampus madang anak regular dan nonreguler di gabung, yey…

Hari itu balik ke rumah pukul 16.00 WIB. Langsung request ke orang rumah, minta dibeliin es susu kelapa muda buat buka puasa ntar. Habisnya haus bangeeeeet, sekalianlah menetralkan formalin dalam tubuh (y)

Okay, Ganbatte Kudasai, Kawan…

7 responses »

  1. kak tiaraaa ini aku yang waktu ituu di post tentang snmptn undangan
    aku ga lulus tahap II verifikasi undangan kak, karena mengajukan beasiswa bidik misi tapi ternyata ga memenuhi syarat.
    jadi aku ikut usm dan alhamdulillah masih rezeki di fk unsri hehe ^____^
    (cuma biayanya aduuuh berkali kali kali kali -____-)
    jadi mungkin nanti cari beasiswa lagi begitu udah duduk di sana, ada kan kak?

    kak tiara, kalo aku minta nomor ponselnya boleh ga? soalnya aku ga selalu bisa online😀
    ga akan ganggu kok hehe (pasti kakak sibuk) aku smsnya nunggu kakak ada waktu luang aja ^___^

  2. asslamualaikum

    mbak fk unsri ya, aku juga mau masuk unsri 2015 nanti krn saya sangat takut byk pesaing, gimana cara penerimaan siswa yg mrnjadi prioritas utama itu nilai/piagam/nama sekolah(unggulan)? makanya saya mau tanya kakak dlu ambil jurusan apa? aku SMA N 5 PLG kak, apa bisa ya kemungkinan besar sma ku bnyak menerima jalur undangan krn sma ku itu sulit untuk dapet nilai besar???

    dijawab pliss kak demi masa depanku wkwkkwkwkw

  3. Kak yg pas masuk belai2 cadaver itu sendiri atau ada tman lain di dlm ruangan Atau ada kakak senior? Apakah benar2 sendiri?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s