Cara Hujan

Standard

Senja ini hujan lagi…

Aku mulai tersenyum sinis dibalik jendela

Tak sabar sambut titisan jenuh langit itu

Aku berlari kemana aku bisa berbincang dengannya

Peluk mesra seolah tak ada yang peduli

Hanya ada aku dan dia

Aku…

Dan hujan…

Aku senang,

Senja ini, Tuhan kirimkan lagi ribuan tetes air temani sepiku

Aku suka cara awan hitam ini tutupi lembayung senja

Hapuskan corak orange indah menjadi kelam, mengabu, lalu hitam…

Hingga langit senja kini gambarkan warna ku

Warna yang ikat aku dalam deritaku

Aku suka…

Aku suka cara hujan menampar tubuhku

Aku suka cara hujan meremas tubuhku dengan nafas bekunya

Aku suka cara hujan larutkan air mata yang mengalir di pipiku

dan bawanya pergi

Aku suka cara hujan sembunyikan isakku dengan bisingnya

Hingga tak ada yang dengar kalau aku, menangis

Aku suka…

Aku suka cara hujan sembunyikan rahasiaku

Menelan rontakkan kesal dalam pikiran

Aku suka…

Hujan hentikan semua najisnya kepura-puraan untuk sejenak

Hingga yang terdengar,

Hanyalah percikannya,

Gemuruh langit,

Gemercik daun yang terhempas angin

dan…

dan suara menggigil di ujung bibirku

Ku biarkan,

Hujan bekukan pikiran dan segenap tubuhku

Aku suka…

Ku harap esok kau kan temuiku lagi

Dan bawa pergi segala kebencianku

Pada segala nista,

Keangkuhan,

Dan segala sandiwara

Aku suka, karena aku benci…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s