Jurus Jitu Patah Hati

Standard

Ketika lho patah hati (baca lagi: P A T A H  H A T I), hanya ada dua

patah hati? plasterin aja hatinya ^_*

kemungkinan yang bakal terjadi. Pertama, lho DIBUNUH. Kedua, lho MEMBUNUH. Intinya ini masalah “membunuh” atau “dibunuh”! (*sudaaaah, jangan mincingin mata satu kayak itu! Gue serius!) gue bisa ngomong kayak ini gak semata-mata karena gue asal cap-cus, tapi ini berdasarkan sebagian kecil (sebenarnya kecil banget) pengalaman pribadi dan sebagian besar pengalaman temen-temen gue. Sehingga mendesak gue lah untuk buat ni tulisan. Dijamin jitu!!!!😀

Pertama, gue mau bahas sendainya posisi lho “dibunuh”.

Eh, gue mau nanya dulu nih, lebay banget gak kalau gue pakai kata “dibunuh”???? dengernya gimanaaaaa gitu, masalahnya gue dah tau kalau loh dari tadi dah mincingin mata dan mikir, ngomong apa sih ni yang nulis. Yaudah lho nilai ndiri ntar… check it out!

“dibunuh” maksud gue itu adalah posisi loh dimana lho lagi putus cinta atau patah hati atau penyakit sejenisnya lah ya, sama menderitanya dengan lho memposisikan diri lho sebagai kucing yang kecebur di got, tikus yang kejepit pintu, anak ayam yang bulunya dicabutin oleh anak majikannya yang jahil abis, atau diri lho yang diasingkan ke planet pluto karena penyakit kudis lho, atau (yang ini serius nih) lho digebukin oleh orang satu kampung karena lho nyolong mangga tetangga (sama aja!? *garuk-garuk kepala)!!!! #baksound: lagu kuburan band. INTINYA LHO “BODOH” KALAU LHO MAU LAMA-LAMA GALAU DENGAN PATAH HATI LHO YANG GAK BERMUTU ITU!!!! (ulangi lagi: YANG GAK BERMUTU ITU!!!) *sabar Ra, sabar Ra, jangan emosi!

Sorry gue kebawa emosi. #ganti backsound: lagu titanic. Soalnya gue bete banget, lihat orang yang nangis seharian cuma karena alesan, “gue dikhianatin Ra!”atau “ternyata dia suka sama orang lain” (*sambil ngelap ingus). Otak gue spontan mikir, “So what????” tapi kalimat itu stuck di lidah gue, yang ada waktu dia denger gue ngomong tuh kalimat, air matanya lebih deres dua belas liter dari semula. Huaaaaaaah….. hidup lho luas banget kalau cuma digunain buat mikirin hal sesempit itu. Gue tau lho mau jawab, “ini masalah perasaan, ra!” Bull shit lah masalah perasaan. Secara gak langsung hidup lho dah “dibunuh” oleh tuh perasaan, dan sampe kapan lho mau biarin parasit nempel di hidup lho???? MOVING ON, KAWAAAAAAN……… -_-

Cukup! Cukup hidup lho dah “dibunuh” sama perasaan tolol lho!

Dari awal gue dah bilang ini masalah “membunuh” atau “dibunuh”. Jadi kalau lho gak mau “mati kebunuh” oleh virus yang dimakan “patah hati”  itu. Maka saatnya lho beraksi. Jreng… jreng… jreng…….

Gue tawarin beberapa jurus jitu saat lho patah hati:

Pertama, waktu lho sadar lho ditipu sama tuh “kelinci”, saran gue: Lho GAK perlu nangis! lho tarik tangan dia, seret dia ke kamar lho, terus ambil tali tambang, lalu ikat di lehernya, terus lho gantung ditengah kamar lho. Jadi deh pajangan cantik buat kamar lho.

Kedua, kalau lho ngeliat gebetan lho lagi sama cewek lain yang ternyata mereka suka sama suka dan ternyata selama ini lho cuma dianggep temen biasa sama gebetan lho, belum lagi lho di jadiin patung saat mereka bersama, Lho jangan khawatir! Lho malah seharusnya baikin tuh cewek, lho kasih dia minum, yang sebelumnya dah lho masukin obat cuci perut yang bisa meres perut selama satu minggu penuh. Dengan begitu kan lho gak jadi tertuduh, ya gak? Tapi untuk membuktikan kemanjuran obat cuci perut yang bakal lho kasih ke cewek itu, lho testing dulu ke diri lho, manjur gak tuh… kalau manjur lanjutin rencana gile lu. Tapi kalau ternyata sakitnya gak nyampe seminggu penuh, berarti rencana ini abaikan, kan rencananya seminggu penuh. Makanya testing dulu!!!

Ketiga, dia masih juga gak ngerti perasaan lho? Berhenti deh ngigitin bibir lho! Kasian… bibir lho gak salah! Lho ambil deh botol spr*te yang agak gedean, lho masukin tu cowok ke dalam tu botol, terus lho kocok-kocok tuh botol yang berisi tuh cowok sampe lho puas. Kalau lho dah keringetan, tangan lho dah pegelan. Sekarang lho boleh injek-injek tuh botol. Abis itu lho boleh bakar botol yang berisi si dia itu. Sekarang lho boleh ketawa puaaassss. *catetan: tindak pidana ini cuma bisa dilakukan kalau cowok lho itu segede botol spr*te yaaa

Terakhir, udahlaaahhh…. Positive thinking aja!!! Masih banyak cowok lain. Simplenya: berarti dia bukan jodoh lho, dia bukan yang terbaik buat lho, dan lho harus yakin lho bisa bahagia tanpa dia! Kata bang Rhoma ni ya: masih banyak jalan menuju Roma. Masih banyak jalan menuju bahagia. Kita hidup buat bahagia kan!? Berarti dia bukan jalan untuk hidup bahagianya kita. Lupain dia!!! Sulit? Pasti Bisa kok😀

Gimana? Jitu gak kiat-kiat gue? ^_^

Selamat mencoba…

2 responses »

  1. kadang, ketika lo sakit hati, lo gak sadar bahwa lo udah terlalu larut dalam kebegoan lo sendiri.
    semua orang punya caranya sendiri untuk ngadepin masalah.
    semua orang punya caranya sendiri untuk bisa survive. mungkin buat lo mereka cengeng, tapi kadang mereka berusaha untuk begoin diri sendiri karena mereka lelah untuk berbuat sesuai logika, untuk berbuat masuk akal, untuk berbuat secara normal. kebanyakan dari mereka adalah orang-orang kuat yang terlalu lelah untuk bertahan.
    menurut lo gimana?

    • gue gk bilang pendapat lo salah, bener banget malah….
      kekonyolan-kekonyolan itu datang tanpa pernah lo sadari, sampai pada akhirnya lo mentok di dua persimpangan; dipersimpangan pertama, dimana lo sadar “lo gak bisa hidup tanpa dia”, dipersimpangan kedua, dimana lo sadar “dia bukan jalan lo buat bahagia”. selalu begitu…. sudah ada polanya.

      “kadang, ketika lo sakit hati, lo gak sadar bahwa lo udah terlalu larut dalam kebegoan lo sendiri. semua orang punya caranya sendiri untuk ngadepin masalah”
      gue setuju kalimat ini🙂 gue gk bilang mereka cengeng. gue, lo, atau lainnya mungkin pernah ngerasain kebegoan ini, terus ngucapin “ini hal terbegok yang pernah gue lakuin!” but finally, we’re successed to get true way, by positive thinking! dan itu yg pengen gue sampein ke yang lainnya

      gue gk sekedar ngomong sebagai penulis, tp gue juga pernah menjadi pelakonnya ^_^ hhaha…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s