Surat Untuk Tuhan

Standard

Kuharap sepucuk surat ini dapat sampaikan semua maksudku padaMu, semua rindu yang telah lama tak kulapaskan, dan semua harapan yang hanya padaMu kuberani meminta. Kau temani aku dalam setiap tidurku, Kau juga yang bangunkan aku dalam lelapku, dan Kau yakinkan keberadaanku disini. Kau tahu betapa ku rindu Kau? layaknya seorang kekasih yang lama tak jumpa pada kekasihnya? Hey, tentu Kau tahu itu, bukankah Kau Yang Maha Tahu!? Tapi apa benar Kau jauh dariku sekarang, Tuhan? Kenapa aku benar-benar merasakan rindu yang mendalam? Seolah raga yang sepi kini makin sepi tanpa hadirnya Kau. Atau, aku saja yang merasa jauh darimu? Kalau benar iya, maafkan kekasihmu ini. Maka dalam surat kali ini, aku harap Kau tidak bosan dengarkan cerita-ceritaku (lagi). Karena siapa lagi pendengar terbaikku, kalau bukan Kau?

Rabb, kalau aku bilang “eh, gak kerasa ya gue udah mau lulus SMA aja!” maka itu bohong besar! Gila aja tiga tahun dibilang gak kerasa! Tapi kalau dibilang “it’s wonderful life that I ever had, Senior High School!” maka itu amat sangat bener banget! (*mubazir banget nih kalimat). Masa SMA, adalah bagian hidup tersendiri bagiku, pengalaman baru, tantangan baru, orang baru, pola hidup baru. Kau berikan itu padaku secara cuma-cuma. Hari gini coba ada yang sebaik itu? Ada yang lebih setia dari Allah swt? (*jawabnya: GAK ADA. Berani bayar berapa lu kalau ada orang yang lebih setia dari Allah swt!? Nungguin lu berjam-berjam ngeluh gak karuan). Ok, back to our topic! Ada banyak cerita dan harap yang Kau tawarkan selama tiga tahun ini (tentang cerita dan harap itu semua akan ku ceritakan dalam lain tulisan Rabb, insya Allah di Catatan Akhir Sekolah). Hingga kadang aku bingung apa maksudMu berikan ini semua padaku, Rabb? Hmm… Tidak jarang Kau jadi sosok yang paling kupersalahkan atas apa yang terjadi. hhe… Maaf…🙂

Ada banyak cerita, itu artinya ada banyak yang datang dan juga pergi dalam hidupku belakangan ini. Mulai dari teman, sahabat, sosok yang paling berarti (Kau mengerti maksudku, kan?), prestasi, kejayaan, masalah, sampai cita-cita. Kau pinta mereka datang dan pergi begitu saja, kadang Kau pinta mereka untuk diam lebih lama bertahan di diriku, hingga kadang itu sangat menganggu Rabb, tapi sebaliknya kadang Kau pinta mereka untuk pergi lebih awal, hingga kadang untuk mengucapkan salam perpisahan pun tak Kau perkenankan. Lagi, Kau desak air mataku untuk keluar, tapi kenapa Kau hanya jadi penonton dalam kecengenganku menyikapi itu semua? Bisakah Kau sentil aku ketika aku melakukannya lagi? Aku tidak mau kelihatan lemah didepan mereka yang sangat aku cintai. Dan lagi, kau ajarkan aku semangat juang gapai cita-citaku, Kau dewasakan aku dalam masalah-masalahku, Kau buat aku tinggi dihadapan mereka yang merendahkanku. Disaat inilah, cintaku memuncak padaMu, saat Kau ajarkan aku itu semua!

My Beloved Parents

My Beloved parents

Rabb, Kau tahu betapa cintanya orang tuaku padaku? Maka sebesar itu pula cintaku pada mereka. Besar harapan mereka gantungan padaku. Yah, aku tahu, di penghujung kelulusan seperti ini semua orang tua dari timur sampai barat, utara sampai selatan (*waduh nama mata angin yang lain apa ya? Pokoknya ortu diseluruh pelosok dunia deh) masih H2C (baca: harap-harap cemas) sama kelulusan anaknya, belum lagi khawatir tentang “mau lanjut kemana anakku ini?” nah loh? Ini juga yang buat aku uring-uringan. Rabb, mama sama papa pengen banget aku bisa lulus ke fk unsri. Kau tahu berapa sainganku untuk lulus? lebih dari 2000 peserta dan diambil hanya 60 orang (hah?). can I??? yah Alhamduillah saat ku tanyakan itu sama ortu, adik, abang, temen, sahabat, dll, jawaban mereka sama, “why not? Insya Allah you can!” hufft… aku cuma bisa bilang “aamiiiiiin…” aku gak mau takabur, tapi paling gak, omongan dan doa mereka itu jadi motivator terbesar lah. Rabb, bisakah Kau yang menjawab pertanyaan itu? Aku sungguh penasaran..

Takut bener ngecewain mereka. Oh ya Rab, mama sama papa sampe buat kamar baru buat aku, jikalau aku lulus fk unsri, aku bisa nempatin kamar itu. Emang sih selama ini aku belum punya kamar di rumah, dikarenakan aku emang gak tinggal dirumah. Belum lagi, aku mau dibeliin motor, untuk keperluan transport itensif dan kuliah nanti. Yang utama dan terutama, udah banyak banget keperluan aku yang gak habis-habisnya itu (*yah, resiko sekolah di sekolah unggulan, SBI pula, di Kota pula), kebayanglah seberapa loyal mereka buat aku. Bisakah aku membayar itu semua, dengan berikan kabar gembira tanggal 18 nanti, Rabb? Insya Allah, amin…

ini bukan gambar gue waktu kecil, bukan juga gambar saudara gue. tp gue ambil ni photo, krn adik kecil ini 'lucu' banget🙂 (Subhanallah)

Hmm… Rabb, kayaknya segini dulu suratku kali ini. Ku harap Kau tak bosan dengarkan cerita yang aku sendiri belum tahu ujungnya. Aku hanya ingin Kau tahu, Aku sangat mencintaimu, Rabb! Dan Aku sangat membutuhkanMu untuk tetap disampingku ^_^

2 responses »

  1. ya Allah, numpang berdoa di sini ga pa-pa kan????
    mohon dibukakan pikiran anak2ku, mohon dijernihkan hati anak2ku, mohon dilancarkan jalan anak2ku dalam mengerjakan ujian nasional minggu depan. semua ilmu pengetahuan yang telah kami sampaikan kami ikhlaskan untuk mereka agar membantu mereka dalam ujian nasional maupun dalam hidup mereka kelak. amiiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s