Derap Rindu

Standard

Saat kaki kembali mengijak tanah peraduan

Mengenang tawa dalam dekapan

Memanjakan diri dengan segar ingatan lampau

Dibuai desapan angin tanah kelahiran

 

Gemersik daun gemulir bersahaja

Menghempaskan tubuh tanpa daya

Senandung langit bergemuruh

Menitihkan butir air, perlahan…

 

Pelan, angin memainkan nadanya

Membisikkan  ringan pada telinga

Seolah ingin beri suatu rahasia

Walau entah apa…

 

Seirama gemuruh ombak

Menghempas butiran pasir di pesisir pantai

Semarak mengalunkan nada-nada cintaNya

Hingga lengkingan elang turut berikan biramanya

 

Mesra dibuai rasa rindu tak terhingga

Rasanya masih pekat bau cinta yang disemai dulu

Walau sadar benih yang dulu telah menjadi sebuah pohon

Tapi pohon ini tak kan pernah lupa tempat dimana benih disemai

Saat kaki kembali mengijak tanah peraduan

Mengenang tawa dalam dekapan

Memanjakan diri dengan segar ingatan lampau

Dibuai desapan angin tanah kelahiran

 

Gemersik daun gemulir bersahaja

Menghempaskan tubuh tanpa daya

Senandung langit bergemuruh

Menitihkan butir air, perlahan…

 

Pelan, angin memainkan nadanya

Membisikkan  ringan pada telinga

Seolah ingin beri suatu rahasia

Walau entah apa…

 

Seirama gemuruh ombak

Menghempas butiran pasir di pesisir pantai

Semarak mengalunkan nada-nada cintaNya

Hingga lengkingan elang turut berikan biramanya

 

Mesra dibuai rasa rindu tak terhingga

Rasanya masih pekat bau cinta yang disemai dulu

Walau sadar benih yang dulu telah menjadi sebuah pohon

Tapi pohon ini tak kan pernah lupa tempat dimana benih disemai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s