Aku si-Jalang yang Tangguh

Standard

Walau air mata telah enggan membasahi wajah

Namun pedih masih menyudut diruang kecil tepat didada ini

Tidak ada lagi kemarahan yang menuntut

Karna upaya dan harapan telah sirna dilahap masa

Dihapus oleh jarum detik yang terus mengitari waktu tanpa henti

Terdiam…

Dalam bungkam seribu bahasa

Tanpa kata tak tertata dalam jiwa yang melangsa

Masih terbungkam…

Tapi bukan berarti berhenti menatap

Mata dan telinga masih bernyawa

Walau hati telah mati

Meregang tertancap belatih didih

Luka memang masih merekah

Hingga bibir tak kuasa menahan lirih

Namun langkah kaki tak mau dibodohi

Kaki ini tetap akan melangkah

Menelusuri tapak jalan yang kian usam

Rasa sepi bagai udara dingin yang menusuk tulang tak berdaging

Tapi bukan berarti aku tak mampu bernafas

Masih ada secercah udara yang dapat kurasa

Denyutan ragu jantung menjadi nada setia langkah yang tak menentu

Hanya suara hembusan nafas yang masih terdengar

Semuanya seolah diam ketika aku menoreh

Membuat aku geram dan benci akan tatapan itu

Lembaran ini kian penuh dengan cacian dan tangisan darah

Tapi jangan kira aku menyesal

Jangan kira aku butuh,

dengan kasih yang mereka arti

Aku hanyalah seorang jalang

Tidak perlu tongkat untuk menapak jalan

Aku si-jalang yang tangguh

Walau terkadang…,

Jemari ini masih saja berharap akan dekapan seseorang

demi menghangatkankan jiwa yang lama beku

Tapi ketahuilah,

Aku si-jalang yang tangguh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s