Cewek vs Cowok

Standard

Cewek vs Cowok. Yah, sebenarnya kalau mau main banding-bandingan antara cewek sama cowok, yah buku satu rak juga gak habis untuk bahas itu aja. Itu artinya emang banyak banget perbedaan antara cewek sama cowok…. ya gak? Mulai dari fisik, style, pola pikir, prinsip, dan lain lain…

Tapi kali ini gue lagi tertarik sama satu perbedaan antara cewek sama cowok, yah berhubung hal ini juga lagi bergelimet di otak gue, jadi sekalian lah gue share opini gw masalah yang satu ini, yaitu mengenai kesensitifan antara cewek dan cowok;

Cewek, emang sih terkenal banget sama melankolisnya itu. Yah secara gue cewek, gue tahu banget tentang yang satu ini. Paling gak “virus melankolis” itu juga pernah “menjangkit” diri gue. Cewek, kalau udah kena yang namanya “virus melankolis” itu, udah, males banget!!!! Semua hal disatuin dalam satu kubah yang namanya “perasaan”. Gak bisa nyelesainnya? (nangis deh!) hufft… jujur, kadang gue sebagai cewek sendiri malu dengan kodrat alam yang satu ini. Memang, gak 100% cewek dimuka bumi ini memiliki sifat yang kayak gue sebutin itu, tapi paling gak berdasarkan sensus alam, 90% dari cewek yah bersifat seperti itu. Jadi beruntung banget bagi kamu yang termasuk kedalam golongan 10% nya itu.

Nah belum lagi cewek itu terkenal memiliki sifat kesensitifan yang tinggiiiiii banget. Sedikit saja terdapat perubahan pada suatu keadaan, maka makhluk Tuhan yang satu ini akan merasa semuanya telah berubah. Semua hal akan dihubungkannya kesatu titik permasalahan, menilai semua hal dengan perasaan, tanpa pernah berfikir “who care with your feeling, huh???” (no one) ya, kecuali sahabat kamu yang berlagak seakan sangat mengerti permasalahannya, tapi yakinlah dia gak benar-benar peduli akan itu (gimana gak, dia aja gak ngerasain hal yang sama) kecuali sahabatnya itu juga pernah ngalamin yang sama…

Sebaliknya pada cowok, dia SANGAT GAK MUDAH untuk merasa kalau ternyata perubahan kecil yang dilakukannya itu berdampak besar buat orang lain (Uhh, nyebelin!). Berbeda banget dengan cewek yang selalu menitikberatkan masalahnya pada perasaan, maka cowok selalu menitikberatkan masalahnya pada logika. Pandangannya tertutup akan kata “lo-gi-ka”. Apa-apa “logika”, apa-apa “logika!? Hal ini membuat cowok terkesan dingin akan semua hal mengenai perasaan. Sulit bagi makhluk Tuhan yang satu ini mengerti dengan tulus apa yang telah dan seharusnya dia lakukan kalau udah menyangkut tentang perasaan cewek. Setahu mereka, cewek itu lemah, cengeng dan “melankolis” (BANGET). Padahal kalau mau main nilai-menilai, cowok juga bisa juga dikatakan sebagai seorang yang egois. Gak sedikit kaum cewek yang mohon sama Tuhan untuk menambahkan sedikiiiiiit saja kadar sensitifitas pada kaum cowok (*itu termasuk doa gue juga tuh).

Cowok itu butuh cewek (iya kan?) Paling gak untuk mencari teman curhat saja, cowok itu lebih memilih mencari sahabat cewek untuk dijadikannya teman curhat ketimbang dia harus curhat sama teman sesama cowoknya (eh, gue ngomong gini bukan gak ada buktinya ya, data ini sudah valid, boys! Hhe… ) tapi kaum cewek juga butuh perhatian, terlebih dari orang yang sudah dianggapnya sebagai seseorang yang dekat! Bukan hanya perhatian sekedar “bertanya sudah makan atau belum?”. Tapi ketahuilah apa yang tidak diberi tahunya. Jangan hanya membaca dari sorot mata atau menebak dari perilakunya, kemudian menyimpulkan sendiri. Mending kalau setelah itu kamu bertanya atau mengambil sebuah tindakan, eh ini kamu malah menunggunya untuk bercerita. Itu gak baik, boys. Gak akan membawa perubahan apapun!

Seperti yang gue katakan sebelumnya, sedikit saja terjadi perubahan pada suatu keadaan yang membuatnya berfikir “why does it change?”, maka ladzimnya cewek akan membawanya kedalam pikirannya, bahkan tidak jarang cewek yang sulit melepaskan masalah perasaannya itu dari pikirannya (huh, ribet banget sih!). tapi kalau dah gini kaum cowok juga menyebalkan, kalau kita pakai sensitifiasimeter (*ngarang), berapa banyak sih sensitifitas rata-rata kaum cowok itu!? Jangan-jangan….. -_-“

Nah loh, kalau dah gini jadi sebenarnya cewek yang terlalu sensitive atau cowok yang terlalu gak sensitive, sih???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s