Sahabat Itu…..

Standard

Sahabat….

Ngomongin masalah sahabat atau seseorang yang cukup punya andil besar dalam hidup kamu, wajah siapa yang pertama kali terbesit dalam ingatan kamu? Kok bisa wajah dia/mereka yang terbesit ketika kamu dengar kata ‘sahabat’? Seberapa berarti sih dia bagi kamu? Eh, atau kamu salah satu orang yang gak punya sahabat? (*oh no. how poor you are! But it’s ok. It’s not big problem, guys)

Persepsi arti sahabat setiap orang itu beda-beda. Tapi sejauh yang aku tahu, seseorang baru bisa dikatakan sahabat yang benar-benar bersahabat seperti…Pertama, sahabat itu selalu ada buat kamu (basi ya denger pernyatan ini, ya tapi inilah adanya!). Dia gak akan bosan denger cerita kamu seharian, tapiiiii bukan cuma setia dengerin kamu, dia adalah orang yang berani motong cerita kamu dan bilang, “you know, you wrong… you may not….” kalau nyatanya kamu memang sudah ngelakuin hal bodoh. Setelah itu dia bisa ngasih masukan buat kamu, yang menurut kamu dia benar…

Kedua, sahabat itu orang yang tahu kalau sebenarnya kamu sedang menangis dibalik senyuman lebar kamu itu. Terus dia akan minta kamu untuk diam, menatap mata kamu, mencoba untuk menerawang lebih jauh, dan dia akan bilang, “Just be Cry! Don’t be hidden your tears behind your smiling! Just be cry!”Kemudian kamu akan tersenyum, kamu merasa begitu beruntung punya orang yang begitu menaruh perhatian besar ke kamu. Kemudian tanpa kamu sadari air mata yang selalu kamu coba untuk sembunyikan itu, mulai mengalir.

Ketiga, sahabat itu adalah orang yang selalu support kamu dan orang pertama yang akan mengucapkan, “congratulation” ketika kamu memenangkan suatu kompetisi, walaupun dikompetisi yang sama dia gagal. (gimana sampe sini, tambah yakin dia itu benar-benar sahabat kamu? Atau malah sebaliknya?). Terus, ketika kamu merasa ragu untuk melakukan sesuatu, dia akan bilang, “hey, come on… YOU CAN DO IT! Believe me!” terus dengan dorongan yang besar, semangat yang besar, dan support dari dia, kamu jadi lebih merasa yakin.

Keempat, sahabat itu adalah orang yang berani menebak apa yang sedang kamu pikirkan dan kamu rasakan. Dia berani menjudge kamu tentang suatu hal, hal tersebut mungkin akan sangat mengagetkan kamu, karena hal tersebut sama sekali kamu belum pernah cerita dan sejujurnya pernyataan itu selalu kamu sangkal dalam hati. Kemudian tiba-tiba kamu sadar, percaya gak percaya dia benar…

Kelima, sahabat itu orang yang berani jujur mengatakan apa sebenarnya salah kamu, bahkan dia berani menertawakan kamu ketika kamu benar-benar telah melakukan hal yang sebodoh-bodohnya. Dia berani mengatakan sesuatu yang sebelumnya gak bakal kamu kira akan ada seseorang yang mengatakan itu.  Hal itu pasti akan membuatmu sadar akan sesuatu atau malah sebaliknya, akan membuat kamu sakit. Tapi yakinlah, kalau dia benar-benar sahabat kamu, dia udah ngomongin yang sejujur-jujurnya dan hal itu adalah yang terbaik buat kamu.

Keenam, yang keenam ini gak semuanya sih, tapi sering kali terjadi. Yaitu jangan salahkan dia kalau suatu saat dia cemburu sama pasangan kamu, karena dia merasa sebagian perhatian kamu hilang semenjak hadirnya si dia. Nah, ini dia tugas kamu untuk bisa-bisa membagi perhatian kamu. Kamu harus ingat seberapa besar cinta kamu sama pasangan kamu gak sebanding dengan sayang kamu sama sahabat kamu, paling gak kamu juga harus ingat seberapa besar peran sahabat kamu dalam hidup kamu, dia sahabat, dia kakak, terkadang dia jadi ayah/ibu, dia guru, dia adik, dia bagian dari hidup kamu, seseorang yang kamu panggil ketika kamu baik lagi senang maupun lagi ada masalah. So please, jangan pernah lukain dia, gak salah kalau kamu kembali mencoba untuk kasih perhatian kepada sahabatmu itu.

Yups, itulah sekilas persepsi aku tentang sahabat. Samain persepsi ajalah, sahabat adalah seseorang yang berada paling dekat dengan kita setelah keluarga dan pacar. Yah, kalau kamu punya masalah sama keluarga dan pacar, ujung-ujungnya juga  balik ke sahabat kan. Tapi coba kalau punya masalah sama sahabat, apa mungkin kamu cerita sama keluarga dan pacar kamu, kayaknya nggak deh…🙂. Kesimpulannya kamu butuh sahabat, sahabat juga butuh kamu! Jangan pernah egois, jangan sampai kamu selalu menumpahkan keluh kesah kamu, tapi kamu nggak pernah tahu masaalah dia, (*dia gak pernah cerita!?) please, jangan pernah gunain alasan itu! gak semuanya bisa kecerita begitu aja, kamu perlu aktif untuk bertanya, kamu sahabatnya, kan?!

Kamu termasuk orang yang beruntung, jika kamu punya sahabat yang mempunyai karakteristik sahabat yang seperti aku sebutin tadi. Aku berharap suatu saat aku juga punya sahabat seperti itu. Amiiin…. ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s