Dua Ribu Sepuluh

Standard

Hmm…. Sudah bulan desember ya!!?? Gak kerasa aku sekarang sudah berada di penghujung tahun 2010 sebagai siswi kelas 3 SMA dari sekolah unggulan, dan berani-berani aja tinggal sendirian (maksudnya: aku ngekost sekarang). Insya Allah tahun depan aku udah kuliah nih. Huaaaah…😀

Banyak hal yang gak ketebak dari perjalanan yang terus aku coba untuk tatih ini. Mulai dari pernah masuk kelas 30 SKS (yang ribetnya minta ampun), menjabat sebagai ketua eskul, anggota osis (ya pokoknya segelimet dilema pelajar deh), belum lagi pahit manis bersama teman-teman dan sahabat yang terkadang nyebelin (gak semuanya lho), misalnya aja ‘kamu’!? (buat yang ngerasa nih, tapi kayaknya gk ngerasa deh, ‘kamu’ kan orang yang paling gak sensitive sedunia, walaupun soknya sih sensitive banget..) belum lagi perlik yang terkadang nyala padam, yangmana ketika itu menyala, maka lambat laun akan terus menyakiti, tetapi ketika itu padam, maka semuanya akan terasa gelap-sepi.

Semua itu jelas akan kekal terukir dalam bayangan dan mungkin akan terus dikenang. Tahun 2010, mungkin bakal jadi tahun yang cukup sulit untuk dilupain, banyak hal yang udah tertulis dalam halaman itu, mungkin ketika lima atau sepuluh tahun kedepan ketika aku membuka kembali halaman itu, maka akan ku temui banyak ukiran, warna dan kisah didalamnya, walaupun tidak sedikit bekas tulisan yang berbekas ketika saat itu kucoba untuk menghapusnya. Ketika aku lihat lagi, mungkin halaman itu adalah halaman yang paling tebal dan paling berwarna dari halaman-halaman sebelumnya. Karena tanpa disengaja, ada banyak pelakon yang turut melengkapi kisah-kisah itu dan turut mengambil perannya, sayangnya peran mereka tidak selalu menjadi peran yang kuharapkan🙂 mereka datang tanpa pernah kuundang dan lagi-lagi sayangnya mereka pergi tanpa pernah kupinta untuk pergi. Bahkan ketika mereka pergi mereka lupa untuk sekedar mengucapkan salam perpisahan, pergi selayaknya angin yang berdesit mampir sebentar membisikkan sesuatu dan kemudian, pergi. Hufft…

Biarlah…. Biarlah halaman itu tetap akan seperti itu. Bukankah sebentar lagi kita akan membuka lembaran baru, lembaran awal di tahun 2011. Tidak ada waktu lagi untuk mengoreksi atau bahkan merubah kisah yang telah tertulis. Biarkan saja… hmmm, kira-kira apa lagi ya cerita yang akan tertulis dihalaman-halaman berikutnya? Entahlah… biarkan saja tertulis dengan sendirinya. Hanya bisa berharap semoga esok akan jauh lebih baik daripada hari ini. Kemarin itu sejarah untuk dijadikan pelajaran, hari ini berdiri untuk membangun mimpi dan esok itu senyuman ketika menikmati mimpi-mimpi yang wujud. ^_^

Ganbatte kudasai…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s