DIARY KU

Standard

(Puisi ini ku buat untuk mengkisahkan sebuah cerita yang ada pada anak-anak jalanan)

Ini bukan pertama kalinya ku rasakan,

tajamnya terik matahari mencambuk kulit ku

Ini bukan pertama kalinya ku rasakan,

kepulan asap kendaraan menghempas tubuh ku

Ini bukan pertama kalinya ku rasakan,

hinaan, cacian, tudingan, bahkan sindiran menusuk jantung ku

Ini bukan pertama kalinya,

Bahkan kau dapat mengatakan inilah hidupku

Ku besar dan tumbuh di tengah kejamnya hidup

Ditengah orang-orang yang tak saling mempedulikan

Hanya untuk sesuap nasi,

Hanya untuk melihat senyum adikku kala dia terjaga dari lelapnya

Ku harus berperang melawan hidup

Dari mobil satu ke mobil lainnya, ku tawarkan lembaran berita yang ada di genggamanku

….

Usia ku baru beranjak 13 tahun…

Tapi aku sudah harus merasakan runcingnya dunia

Hanya untuk membayangkan hari esok, ku tak berani

Apalagi, berangan kan jadi apa aku nanti?

Sungguh aku tak berani!!!!

Walau sebenarnya aku ingin…

Aku ingin… walau itu hanyalah sebuah mimpi

Tapi siapa yang kan mempedulikan ku?

Siapa yang kan peduli,

kalau air mataku terus menganak sungai di pipiku?

Siapa yang kan peduli kalau nyatanya aku cemburu?

Cemburu pada mereka yang memiliki

tanpa harus meminta

Cemburu pada mereka yang bebas bermimpi

Dan bebas menentukan rel kehidupannya

Ku paham

Setengah kebahagiaan batiniah ku tlah di rampas oleh takdirku

Takdir menjadi seorang penjual koran

Dari sebuah keluarga miskin

Bahkan sangat miskin

Dan menjadi seorang bocah yang dipinggirkan dari kehidupannya

Terperangkap dalam kepulan takdir hitam

Itulah aku!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s