Perahu Usang

Standard

Detik demi detik kuarungi samudera

Bersama luka di hati

Perahuku terombang-ambing tanpa kepastian arah

Setiap hari berteman ombak,

berselimut angin malam

Aku tenggelam dalam kecemasan

Aku tertidur dalam kelelahan

Dan aku terbangun oleh sang-Surya yang membakar hati ini

Dari jauh kupandang dan kubuka jendela mataku

Berharap temukan dermaga tuk berlabuh

Namun yang kudapatkan hanya lautan tak bertepi

Derita yang ku alami meruntuhkan semangat ku

Kadang aku berfikir, adilkah dunia ini?

Siapa yang mendengar jeritan hatiku?

Siapa yang  merasakan luka batinku?

Setiap saat aku meraba penderitaan

Tersandung dalam kekecewaan

Terkapar dalam ketidakberdayaan

Di perahu usang ini

Kusingkap waktu demi waktu

Akankah masa ini berganti?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s