Diary of Jurasic

Standard

(JUjuR Aja 2 I emang aSIK)

(15 Agustus 2009)

 

Dimulai dari sekolah di SMA unggulan yang menggunakan sistem SKS yang jujur sebenarnya sampai detik penerimaan KHS semester pertama pun kami gak ngerti apa itu SKS, dan bagaimana kerjanya pun kami g’ ngerti. Mungkin di saat itu yang kami pikirin cuma “ya udah lah jalanin aja, toh dah sampai sini.”

Tuhan pun mengiring kami ke kelas 2 I pada semester kedua, dengan alasan cukup membanggakan, yaitu “IP kami di atas 8,0” Inilah 2 I beranggota 28 siswa, yang terdiri dari 19 putri dan 9 putra. Ketika kami pertamakali dikumpulkan di aula dengan membentuk barisan baru paling ujung, berdesis perasaan bahagia, cemas, dan sedikit rasa bangga. Ketika itu kami saling menatap wajah-wajah baru dan mungkin yang kami pikirkan sama yaitu, “inilah kelas yang isinya orang rajin semua.” (Itu juga kata anak-anak lain).

Tapi pikiran itu dapat diubah seiring jalannya waktu.

Dimulai dari sayembara pembuatan kotak sampah kreatif yang di selenggarakan atas usul Pak Usman, S.Si atau Pak Usboy sapa kami lebih akrab, guru biologi yang seru dan guru PLH yang sedikit jayus. Awalnya, sayembara itu benar-benar diremehkan oleh anak-anak. Tapi, ketika sehari sebelum hari H, barulah semua bergegas. Rencana sudah macam-macam, tekhnologi ini – tekhnologi itu, sayangnya tidak ada waktu untuk pembuatan kotak sampah yang ribet. Jadi terlintas pikiran kami untuk membuat kotak sampah 2 in 1, dan diselimuti oleh kaleng bekas.

Semua anak berbagi tugas untuk mencari puluhan kaleng bekas dan acessoris untuk kotak sampah bekas yang kami temukan di belakang sekolah. Di saat inilah mulai timbul rasa kekeluargaan di Jurassic. Benar-benar tidak disangka, beberapa anak berani mencari cara untuk keluar asrama hanya untuk mencari kaleng bekas. Wajah-wajah peduli diantara kami inilah yang membuat semangat membara di dalam hati. Salah satu temanku juga rela melepaskan kaca spion dan klakson  sepedanya demi kotak sampah kreatif itu (begitu kata Ferdi). Kaleng-kaleng yang sudah terkumpul, harus kami buka dan kami ratakan dulu, baru bisa di tempel di dinding kotak sampah bekas itu. Ketika membuka kaleng yang tajam itu, tak sedikit tangan teman-teman terluka. Malahan ada yang sampai darahnya keluar tidak mau berhenti dan bertetesan di lantai.Tapi tak ada satupun yang menyerah apalagi cuek dalam pembuatan kotak sampah ini. Yang ku ingat dan tak mungkin ku lupakan, waktu itu Ruang 16 tidak ada bedanya lagi dengan pabrik pembuatan kaleng dan banyaknya tetesan darah di lantai, akibat goresan dari tajamnya kaleng. Goresan luka pada tangan bukan suatu penghalang bagi kami. Pedihnya luka tak sebanding dengan bahagianya punya keluarga baru di SMA ini, 2 I.. Hari sudah mulai gelap. Kami berniat melanjutkan pembuatan kotak sampah kreatif ini pada saat KBM malam nanti. Entah cara apa yang akan kami lakukan agar anak putra dapat masuk ke area putri. Maaf ya Pak Usboy atas niat kami ini! Tapi ternyata di luar dugaan, malam itu kami tidak KBM, karena mati lampu dan kami di suruh untuk ke asrama masing-masing. Dengan seramnya, Pembina asrama putri memarahi kami dan tidak membiarkan kami keluar asrama. Tapi, kecemasan pada kotak sampah tetap ada. Diam-diam kami mengendap ke CND 10, salah satu asrama temanku, CRV, untuk membicarakan hal ini. Yang kami pikirkan sudah macam-macam, dari yang paling nakal sampai yang paling gila. Kami g’ bisa memutuskan sendiri tanpa keputusan anak putra. Jadi pada waktu itu, kami dari beberapa anak putri memanggil ketua kelas kami, atau yang biasa kami sebut Bozaiden, di area masjid putra. Ketika itu jelas sekali teringat Pak Usboy, meneriaki kami dari kejauhan, dia bilang, “Hey, cewek 2 I?!” dengan nada yang sedikit marah atas ulah kami yang memasuki area masjid putra dan itu sedang mati lampu.

Setelah beberapa menit, ternyata lampu yang tadinya padam, sekarang hidup. Karena jam telah menunjukkan pukul 8 malam, jadi Pak Usboy tidak mengizinkan kami KBM malam dikelas, dia meminta kami untuk KBM malam di masjid. Kami semua berusaha mencari cara bagaimana caranya membujuk pak Usboy untuk menggantikan waktu KBM malam menjadi waktu untuk menyelesaika tugas kotak sampah kreatif itu.

Tidak salah juga sih, kalau beberapa anak menyebut anak 2 I adalah anak emasnya PakUsboy… malam itu kami berhasil membujuk Pak Usboy. Hhehehe… Ya, kejahilan demi kejahilan dilakukan anak-anak Jurassic. Semua siswa diminta Pak Usboy untuk menyelesaikan tugas kotak sampahnya di sekitar masjid, eh, kita malah diizinin agak jauhan dari masjid J (kalau gk salah, file photo-photo kita masih lengkap di salah satu teman kita, Ara). Diluar dugaan, malam itu hujan deras. Kami terpaksa pindah tempat dari tengah jalan menuju kantin untuk berteduh dan menyelamatkan karya itu. Perasaanku dan beberapa temanku saat itu benar2 pupus bagaimana caranya menyelesaikan kotak sampah itu, kalau cuaca saja tidak mendukung, khawatir juga pada sisa semangat yang ada, tapi ternyata kami salah. Lagi-lagi anak laki-laki membuktikan kekompakannya. Walaupun akhirnya kami hanya juara 4, kenangannya itu yang sungguh sulit dilupakan, dan mungkin tidak akan terlupakan…

Tidak hanya hal ini yang membuat kami semakin menjadi satu, antara lain acara ultah Sri yang akhirnya membuat kami benar-benar mengenalnya dengan anak-anak cewek 2 I harus menginap di satu kamar kecil (CND 2), latihan Festival Drama yang akhirnya kami mendapat juara 2, belum lagi masalah tentang pencabutan SKS dan perpisahan Pak Usboy, dan mungkin masih banyak lagi.

Semua ini membuat kami semakin satu dan saling mengenal satu sama lainnya. serta merasa beruntung…………

Thank’s a lot, guys

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s