Bubar MATRIX

Standard

(05 September 2010)

Rabu, 1 September 2010. Teriakan-teriakan gembira itu benar-benar diluar dugaan. Setelah sekian banyak bubar alias buka bersama; bubar XII IA 5, bubar DITWY, bubar angkatan, bubar Rohis, dan bubar MATRIX, maka aku menyimpulkan bubar bersama MATRIX alias XI IA 4 lah yang terseru, gokil, and unforgettable. Awalnya acara bubar ini nyaris tidak akan pernah ada untuk Ramadhan 1431 H ini, dikarenakan pada awalnya acara ini bener-bener direspon dengan tidak antusias, ya sebenernya itu hanya beberapa orang sih. Tapi mood keburu jadi bad mood…

Sampai pada akhirnya Enan, yang biasa kami panggil Bozaiden (panggilan itu sih sebenarnya adalah karena dia adalah ketua kelas abadi kami dari semester 2 di SMA, waktu itu kelas kami, kami namai dengan nama JURASIK atau agar lebih keren jadinya JURRASIC, JUjuR Aja 2I emang aSIK, sampai pada akhirnya di kelas XII ini kami harus berpisah, karena alasan klasik sih-“terlalu mendominasi” hhehhehe) eh disambung lagi ya ceritanya… Jadi Enan memutuskan untuk meminta kami kumpul setelah pulang sekolah. Hari itu Enan sangat beda dari biasanya, dia benar-benar bertanggung jawab. Ya, beberapa anak lain juga gk percaya enan yang akan koordinir acara ini.

Malam itu jadi juga kami bubar di rumah Jamil. Ya, walaupun yang datang hanya 17 orang, tapi tidak mengkurangi rasa gembira malam itu. Dikarenakan acaranya sangat mendadak, jadinya kami hanya memesan nasi kotak soponyono, beruntungnya orang rumah jamil menyiapkan makanan-makanan kecil, cukup banyak dan mengenyangkan juga…😀

Setelah itu kami shalat maghrib berjama’ah. Deni sebagai imamnya, bukan karena dia mau, tapi lebih tepatnya karena dia dipaksa, dia masuk barisan shalat paling akhir, yg hanyalah sajadah untuk imam yang bersisa, tidak ada pilihan. Ketika kami shalat, masih saja Ara, salah satu temanku yang sedang tidak shalat, sibuk memphoto-photo kami. Entahlah shalat itu khusuk atau tidak, positive nya kami jadi bisa menyimpan file photo acara malam itu  (dok. foto insya Allah d post lain waktu y)

Setelah itu, kami meminta anak laki-laki untuk membeli kembang api dan percon. Sementara itu, kami hanya mengobrol bersama, sudah lama tidak kumpul.

Ketika mereka kembali, kami tidak menyangka, mereka membeli percon dan kembang api lebih dari Rp100.000. awalnya kami berfikir, mau di apakan kembang api sebanyak itu. Tapi ternyata…. gk terlalu banyak juga koq!! ^_^

Ya, untuk awal-awal kami hanya memainkan kembang api yang kecil, kata anak laki-laki sih, namanya gasing, iyakan sajalah!!?? Dengan kejahilan-kejahilan mereka, mereka mulai melemparkan gasing-gasing itu ke anak perempuan. Ya, cara anak perempuanlah, di lempar gitu ya teriak… menyebalkan.

Malam itu pokoknya sangat seru… sampai pada akhirnya kami semua dimarahi oleh ayahnya Jamil. Katanya gini dengan lembutnya, “Ariz, main kembang apinya cukup ya, terus jangan terlalu ribut, gk enak. Sebelah kan masjid!” kami semua terkejut mendengar kalau ternyata sebelah rumah Jamil itu masjid. Astaghfirullah, orang shalat tarawih kami kayak kesetanan; teriak-teriak, terbahak-bahak, dan cahaya percon itu yang dh kayak lampu diskotik. Ckckck

Ya, karena lagi seru-serunya dan kembang apinya juga belum habis, kami jadi cukup kecewa. Tapi akhirnya CRV menawarkan bagaimana kalau melanjutkan di rumahnya yang tak terlalu jauh dari rumah Jamil. Ketika kami sampai di rumah CRV, kami gk henti-henti memuji rumahnya yang menurut kami It’s so cool… Halaman belakangnya luas bgt.

Disitu kami menyadari satu hal, ini lah alasan mengapa sebagian orang menganggap masa-masa di SMA adalah masa yang paling indah, yaitu karena SAHABAT. Sahabat yang selalu ada, baik ketika kita sedang senang maupun sedang sedih. Terdengar seperti sekedar teori, tapi itulah adanya. Persahabatan itu juga akan semakin terasa erat, ketika persahabatan itu menghadapi masalah, bukan hanya satu, tapi lebih, bahkan sering kali. Mungkin sampai akhirnya mau tidak mau kita dipaksa keadaan untuk bahu-membahu. Itulah yang dinamakan persahabatan… itulah kami… MATRIX yang tumbuh karena pernah adanya yang namanya JURRASIC. ^_^

Malam itu benar-benar jadi malam terindah bagi kenangan saat SMA sebelum kami semua harus menghadapi ratusan bahkan ribuan soal-soal tes. Ya, akan jadi malam terindah, setelah malam membuat kotak sampah, latihan FD, dan malam-malam lainnya bersama JURRASIC dan MATRIX.

Malam itu ditutup dengan letusan kembang api yang terbesar. Melukis indah mewarnai langit yang hitam. Beberapa letusan indah itu, diiringi tepukan dan sorakan dari kami semua. Indah memang…

Malam itu, kami berjanji apabila Allah mengizinkan, puasa tahun depan, kami ingin mengadakan bubar alumni MATRIX di rumah CRV dan kami berharap semoga akan ada cerita dari kita masing-masing akan prestasi dan cerita selanjutnya di universitas dan fakultas kita masing-masing.

Hmm, satu lagi, malam itu juga Kiki berhasil “nembak” Mira. Dua temanku yang sangat pinter dan mungkin lebih tepat kalau aku sebut dengan kata ‘unik’ .

It’s unforgettable moment, guys…

(note: ini hanyalah sebuah tulisan biasa, tapi inilah yang kurasakan ketika bersama kalian, teman. Hingga akhirnya dapat terlukis dalam bentuk kata-kata. Apalagi bagi seseorang yang tidak dapat merasakan perasaan yang sama, maka tulisan ini makin tak kan berarti, tapi kan terasa beda ketika aku dan pembaca yang juga merasakan yang kurasakan.)

2 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s